Indramayu|dinamikapendidikan.com– Kesenian wayang kulit merupakan seni pertunjukan tradisional Indonesia berupa boneka kulit yang dimainkan oleh seorang dalang dibalik layar.Kesenian wayang kulit diperkirakan sejak jaman kuno dinusantara menjadi media penyebaran agama Hindu dan Budha dengan cerita Ramayana dan Mahabarata yang dipertunjukan.
Meskipun demikian wayang kulit juga menyerap unsur-unsur budaya lokal menciptakan seni yang unik.Saat agama Islam masuk ke Indonesia wayang kulit tetep dipertahankan, bahkan menjadi media penyebaran agama Islam melalui pertunjukan kesenian wayang kulit.
DiKabupaten Indramayu sendiri dulu banyak pelaku seni menjadi dalang wayang kulit, akan tetapi keturunanya tidak ada yang melanjutkan menjadi dalang wayang kulit, seperti keluarga Ade. Ade sendiri merupakan keturunan dari dalang wayang kulit Alm.Ki Sumyuk.
Ade Nun Sairin menceritakan pada media ini, Alm.Ki Sumyuk dulu seorang dalang wayang kulit yang terkenal pada masanya, dan bukti peninggalan berupa wayang kulit sampai sekarang masih ada 2 kotak. Satu kotak berisi 120 wayang, jadi jumlah wayang kulit semuanya ada 240.Senin (18/8/2025)
Wayang kulit tersebut terbuat dari kulit kerbau yang dibuat oleh Ki Sumyuk sendiri, Ki Sumyuk punya tiga anak Ki Surjanah dan Ki Gonda, nyi Sondari. Ki Surjanah dan Ki Gonda juga seorang dalang wayang kulit penerus Ki Sumyuk.
Ki Surjanah punya satu anak bernama Kastinih sedangkan Ki Gonda tidak memiliki keturunan. Ki Surjanah mewariskan wayang kulit buatan Ki Sumyuk pada Kastinih anak semata wayangnya, dan sampai sekarang wayang kulit masih ada.Sedangkan Kastinih sendiri memiliki 9 keturunan.
“Kami sebagai keturunan Ibu Kastinih dari 9 saudara tidak ada yang meneruskan menjadi dalang wayang,seperti Kakek saya Ki Surjanah atau buyut saya Ki Sumyuk, karena tidak ada yang mampu untuk memainkanya, dan tidak mudah untuk menjadi seorang dalang wayang sebab ada ritual tertentu yang mesti harus dilakukanya.Sampai sekarang peninggalan Ki Sumyuk berupa wayang kulit masih ada dikeluarga kami”, ucap Ade di saksikan Kastinih ibu dari Ade Nun Sairin
Barangkali ada orang lain yang berminat untuk memilikinya silahkan, daripada tidak terpakai karena keturunanya tidak ada yang meneruskanya, mungkin saja untuk orang lain bisa lebih bermanfaat. Atau mungkin Pemerintah daerah membutuhkanya ya silahkan, untuk dimusiumkan atau bagaiman ya terserah saja.
“Kami keluarga keturunan Ki Sumyuk telah bermusyawarah dan disepakati bersama keluarga, terutama ibu kami Kastinih mengijinkan untuk menjualnya”, tutur Ade Nun Sairin.
Dulu pada 1997 saat eksor Pertamina UP.Vl Balongan mulai dibuka, sempat ada orang Jepang yang berminat untuk membelinya dengan harga yang mahal, tetapi pada saat itu masih ada Ki Gonda ade dari Ki Surjanah melarang untuk dijual dan akhirnya tidak jadi dijual.
” Sekarang kalau ada yang berminat hubungi saya ke nomor kontak: 081395701970 dan 087781501970″, tambah Keturunan dalang Wayang Ki Sumyuk Ade Nun Sairin (Tosim)