Cirebon | dinamikapendidikan.com – Sebagai salah satu sekolah kebanggaan di kawasan Selatan Kota Cirebon Jawa Barat, SMA Negeri 9 Cirebon Provinsi Jawa Barat kini memantapkan diri untuk menjadi sekolah berprestasi dan diminati masyarakat.
Salah satu faktor penentu transformasi SMA Negeri 9 Cirebon menjadi salah satu sekolah unggulan adalah layanan Pendidikan bermutu kepada peserta didik.
“Upaya yang dilakukan satuan Pendidikan agar tujuan yang telah ditetapkan terwujud diantaranya, mengoptimalkan aset sumber daya manusia yang dimiliki terutama tenaga pendidik agar dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kuat,” kata Nining Mulyati.
Lanjutnya, sejumlah program berbasis asset sumber daya manusia bagi SMA Negeri 9 Cirebon merupakan prioritas utama, karena disadari guru atau tenaga pendidik merupakan elemen utama bagi keberhasilan belajar peserta didik.

Pada tahun Pelajaran 2024/2025 diawali dengan kegiatan workshop peningkatan kapasitas guru dengan tema “Penguatan Numerasi Dalam Pembelajaran di SMA Negeri 9 Cirebon” dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 12 Juli 2024 yang menghadirkan narasumber Ibu Susilawati, S.Pd., M.Pd, selaku pengawas Pembina SMA Negeri 9 Cirebon.
Kegiatan ini didasarkan pada rapot Pendidikan SMA Negeri 9 Cirebon dengan capaian literasi, numerasi dan iklim sekolah yang semuanya terkategori baik, namun perlu upaya meningkatkan aspek numerasi melalui kegiatan identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) dalam kegiatan workshop yang dilaksanakan pihak sekolah.
Lalu program lain yang menyasar aset sumber daya manusia yang telah dilaksanakan SMA Negeri 9 Cirebon adalah meningkatkan motivasi bagi tenaga pendidik maupun kependidikan melalui kegiatan hypnoteaching yang menghadirkan praktisi motivasi dan hypnotherapy, Ibu TetyHerawati, S.Pd., M.Pd., C.Ht. Kegiatan yang diikuti oleh semua guru dan tenaga Tata Usaha berjumlah 69 orang dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2024 bertempat di ruang pertemuan (mini hall) SMA negeri 9 Cirebon.
Menurut Kepsek SMAN 9 Cirebon, Ninig Mulyati. “Tujuan utama dari kegiatan ini diantaranya Guru dan tenaga Tata Usaha lebih termotivasi untuk menyajikan pembelajaran yang berpihak pada murid dan bermakna serta memiliki etos kerja yang tinggi sehingga mampu memberikan layanan pendidikan prima kepada murid maupun Masyarakat,” jelasnya.
Lalu dalam upaya menumbuhkan budaya positif sekolah, SMA Negeri 9 Cirebon senantiasa mendorong warga sekolah untuk memiliki semangat pembelajar yang tidak hanya menjadi kebiasaan bagi murid, namun harus menjadi kebiasaan positif pada guru, program yang dirintis sekolah agar tujuan tersebut dapat terwujud yaitu mengoptimalkan peran komunitas belajar guru, dimana SMA Negeri 9 Cirebon telah memiliki Komunitas Belajar (Kombel) yang diberi nama Bestari merupakan akronim dari berbagi, semangat dan inspirasi.
“Nilai yang diusung untuk saling berbagi praktik baik pembelajaran dengan penuh semangat dan memberikan inspirasi agar pembelajaran dikelas semakin baik dan berdampak positif bagi peserta didik nampak dari kegiatan yang dilaksanakan komunitas belajar SMA Negeri 9 Cirebon salah satunya yang terbaru adalah kegiatan webinar berskala nasional diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia yang menghadirkan penyajian praktik baik mengajar yang dilakukan oleh tiga orang guru SMA Negeri 9 Cirebon yaitu Ibu Sri Prastiani, S.Pd., M.MPd yang membahas tentang implementasi sekolah aman bencana.

Ibu Nurfitri Yanthi Cholid, S.Pd membahas tentang Pendidikan inklusif di SMA negeri 9 Cirebon dan Ibu Septiani Dwi Lianasari, S.Pd membahas tentang PBL dalam pembelajaran matematika.
Dampak pengiring yang diharapkan dimiliki oleh guru SMA Negeri 9 Cirebon diharapkan dapat melakukan proses amati, tiru dan modifikasi (ATM) sesuai dengan mata Pelajaran masing-masing,”harpnya
Adapun emasuki bulan Agustus, program peningkatan profesionalisme guru dilaksanakan dalam bentuk supervisi akademik kepada seluruh guru di mulai dari tanggal 13 Agustus sampai dengan 4 Oktober 2024. Pendekatan super tim dilakukan oleh kepala sekolah, Ibu Nining Mulyati, S.E., M.Si dengan mengoptimalkan unsur guru penggerak dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk melakukan kegiatan supervise akademik.
“Harapan yang ingin diwujudkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini adalah guru semakin professional Dimana dengan bantuan supervise dapat berdiskusi tentang kesulitan atau kendala dalam pembelajaran melalui 3 fase kegiatan yang dilakukan diantaranya fasepertemuan awal, fase pelaksanaan dan fase umpan balik,” kata kepesek SMAN 9 Cirebon.
Diakui oleh guru di SMA Negeri 9 Cirebon kegiatan supervise ini telah banyak membantu guru untuk meningkatkan performa mengajarnya.(Dede S)











