Majalengka | dinamikapendidikan.com -Puluhan Balita mengalami mual dan muntah diduga setelah mengkonsumi pembagian jatah MBG yang dibagikan melalui desa Nanggerang. Menurut keterangan NN warga Desa Nanggerang,Kecamatan Leuwimunding,Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
Salah satu orangtua yang anaknya mengalami mual dan muntah mengatakan, pagi itu atau Kamis (4/12/20025) anaknya yang masih Balita kebagian jatah MBG, menu yang diterima untuk anaknya tersebut nasi serta sayuran dan ditambah lauk ikan yang dibalut tepung.
“Setelah dimakan siang tiba-tiba sorenya anak saya merasa mual dan muntah.Ternyata bukan anak saya yang mengalami mual dan muntah. Anak yang lainnya pun mengalami hal yang serupa,hal ini setelah mengkonsumi MBG dari Parakan,”jelas NN,Minggu (7/12/2025).
Setelah sejumlah Balita mengalami mual dan muntah yang diduga keracunan akibat mengkonsumi MBG.
Petugas yang membagikan MBG dari desa menyarankan agar anak-anak yang mengalami mual dan muntah dibawa ke Puskesmas Sumberjaya.

“Tapi karena lokasi Puskesmas Sumberjaya itu jauh,akhirnya para korban dirujuk ke Puskesmas Rajagaluh dan Leuwimunding. Anak saya dirawat selama satu hari satu malam dan sekarang alhamdulillah sudah sehat kembali,”tuturnya.
Belum diketahui jumlah pasti korban dugaan keracunan dari mengkonsumsi MBG tersebut.
Dari informasi yang beredar Balita yang mengalami keracunan MBG diatas 40 korban.Yang rata-rata korbannya adalah Balita.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi yang diberikan oleh pihak pengelola MBG SPPG Parakan.
Pasalnya,H.Ihsan orang yang disebut-sebut pengelola dan pemilik SPPG Parakan.Saat dihubungi melalui pesan singkat dan ditelepon ke nomer WhatsAppnya (WA),Sabtu (6/12/2025).
Sepertinya enggan menjawab pertanyaan dan menerima telepon dari wartawan media ini.
Meski demikian,setelah wartawan media ini menghubungi H.Ihsan,tiba-tiba ada seseorang yang menghubungi ke nomer wartawan.
Dengan mengaku sebagai perwakilan dari keluarga H.Ihsan dan orang yang belum diketahui namanya tersebut, meminta untuk bertemu pada Minggu 7 Desember 2025 di wilayah Arjawinangun.Sekira jam 9 pagi,bermaksud mau memberikan keterangan, namun setelah ditunggu hingga jam 9:30 lebih.Orang yang mengaku perwakilan keluarga H.Ihsan tidak kunjung datang, begitu pula saat dihubungi ke nomer Whats App nya malah tidak aktif.(Tosim)











