Grobogan | dinamikapendidikan.com – Desa Tanjungharjo Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten., Tapi sangat disayangkan pekerjaan pembangunan yang masuk di desa Tanjungharjo di handel oleh kepala desa semua,TPK Desa hanya dijadikan sebagai simbol saja.
Warga Tanjungharjo saat ditemui dilapangan mengatakan bahwa proyek yang ada di desa dikendalikan oleh kepala desa semua dan di borongkan oleh warga sekitar yang bernama Ambon.

“Disini ,semua proyek di handel oleh pak kades semua,biasanya diborongkan sama mas Ambon seperti yang ada di dusun Krajan Barat ada dua pemasangan batu kawat Bronjong dan Talut tapi tidak di pasang papan nama kegiatan dan satunya saluran air,sebelah timur rumah mas Ambon dari kantor desa menuju timur”kata dia.
Saat media ini meliput kegiatan tersebut sangat mencengangkan bahwa Pemerintah Provinsi mengucurkan dana begitu besar tidak sebanding dengan nilai pekerjaan di lapangan.
Pekerjaan terkesan asal-asalan seperti batu pasang di duga kuat berkualitas jelek,adukan campuran menggunakan cangkul, di duga tidak ada pasir urug,Kondisi bangunan terlihat berbeda -beda,naik -turun,cara pemasangan batu pasang di duga hanya ditumpuk saja,adukan langsung ditumpahkan pada tanah tanpa adanya alas kerja.
Ditambah tidak ada papan nama kegiatan proyek yang menceritakan nama proyek,volume proyek dan sumber dana berasal.
Warga Tanjungharjo yang biasa dipanggil sebutan “Mas Ambon saat ditemui media di lokasi mengatakan bahwa pihaknya mengakui memang menghandel proyek yang ada di desa Tanjungharjo.
“Memang benar mas proyek pak kades yang mengerjakan sama saya semua ,termasuk batu kawat Bronjong yang lalu sama proyek talut di dusun Krajan Barat sini “tuturnya.
Pengacara /Advokat LBHkK-Wartawan Jateng saat dihubungi oleh media ini menjelaskan dengan nada geram proyek tidak papan nama kegiatan merupakan proyek Siluman ,APH di desak turun tangan langsung untuk memeriksa proyek tersebut.
“Proyek Talut itu kok sudah lama dikerjakan tapi kok tidak dipasang papan nama kegiatan,bisa jadi proyek itu proyek siluman ,ada indikasi kepala desa dan TPK Desa berkerja sama ada niatan jahat demi memperoleh keuntungan pribadi” ungkapnya.

Warga Tanjungharjo yang tidak mau disebutkan namanya juga menambahkan bahwa desa Tanjungharjo mendapatkan banyak bantuan seperti RTLH, PTSL, Banprov dan yang menghandel kades semua.
Sampai berita ini dirilis baik dari kades Tanjungharjo,Sugiono dan TPK Desa Tanjungharjo belum memberikan konfirmasi apapun,warga mendesak agar APH yang ada di Kabupaten Grobogan terjun dan memeriksa proyek tersebut,tidak hanya administrasi saja tetapi turun langsung ke lapangan supaya ada temuan dapat diungkap ke public, tegasnya,bersambung.(Adi/Tim/Red)











